Penyebab Dan Resiko Penyakit Limfoma

Penyebab dan resiko penyakit limfoma -, Selamat bergabung bagi anda di situs kami. Kali ini kami akan memberikan informasi mengenai penyebab dan resiko penyakit limfoma secara menyeluruh untuk anda.

Penyebab Dan Resiko penyakit  Limfoma
Penyebab dan resiko penyakit limfoma

Jangan anggap sepele jika anda mempunyai benjolan di leher, ketiak, atau pangkal paha, bisa jadi itu gejala limfoma. Limfoma atau yang sering kita dengar dengan sebutan kanker getah bening merupakan salah satu jenis sel kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan noda limfa (kelenjar getah bening) di seluruh tubuh. Sistem limfatik merupakan salah satu bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sel-sel darah putih limposit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Tetapi jika sel-sel limfosit B dalam sistem limfatik di serang kanker, sistem kekebalan tubuh penderita akan menurun sehingga rentan terkena infeksi.

Penyebab dan resiko penyakit limfoma

Penyebab terjadinya limfoma adalah adanya perubahan atau mutasi pada DNA sel-sel limfosit, sehingga pertumbuhannya tidak terkendali. Penyebab mutasi tersebut belum di ketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa hal yang di duga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena limfoma. Faktor-faktor resiko tersebut diantaranya :

  • Usia. Sebagian limfoma hodgkin terjadi kepada pengidap yang berusia 15-30 tahundan lansia diatas 55 tahun ke atas. Sedangkan limfoma non-hodgkin akan meningkat sesuai usia, hususnya lansia berusia di atas 60 tahun.
  • Faktor ketrunan. Jka anda memiliki anggota keluarga inti (ayah, ibu, saudara kandung) yanng menderita jenis kanker yang sama, maka resiko anda terkena limfoma akan semakin tinggi.
  • sistem kekebalan tubuh yang melemah. Misalnya karena mengidap HIV atau menggunakan obat imonusopresan.
  • Jenis kelamin. Limfoma lebih sering menyerang pria di abandingkan wanita.
  • Pernah tertular virus EBV. Virus tersebut adalah virus yang menyebabkan demam kelenjar. orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih beresiko mengalami limfoma hodgkin.

Macam dari kanker limfoma

Limfoma dikategorikan ke dalam 2 macam, yaitu :

1. Limfoma hodgkin, yaitu adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam sel kanker

2. Limfoma non-hodgkin, yaitu tidak adanya sel abnormal dalam sel kanker.

jadi jelas sekali perbedaan utamanya terletak pada jenis limposit yang di serang kanker. Namun limfoma non-hiodgkin lebih sering terjadi di banding limfoma hodgkin. 8 dari 10 orang yang mengidap limfoma terjangkit limfoma non-hodgkin.

Gejala-gejala penyakit  limfoma

Gejala utama yang di alami oleh penerita limfoma adalah munculnya benjolan yang tidak teras sakit. Dan pada umumnya benjolan tersebut sering muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang di rasakan oleh pengidap selain benjolan, di antaranya adalah :

  • Selalu merasa lelah
  • Berkeringat pada malam hari
  • Demam dan menggigil
  • Sering mengalami infeksi yang sulit sembuh
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Nafsu makan hilang
  • Pembengkakan pada perut
  • Batuk tidak kunjung sembuh
  • Gangguan pernafasan
  • Sakit dada

Jika anda merasakan gejala-gejala seprti yang sudah di sebutkan di atas, maka segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter. namun jika anda memiliki benjolan, itu belum di pastikan anda menderita limfoma, akan tetapi sangat di sarankan agar segera mungkin melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Diagnosis penyakit limfoma

Diagnosis pertama suatu penyakit adalah menanyakan gejala-gejala yang di alami oleh pasien. Itu juga berlaku untuk penyakit limfoma. langkah selanjutnya adalah mengetahui riwayat kesehatan pasien, di samping itu juga pemeriksaan fisik akan di jalani.

diagnosis selanjutnya akan dilakukan jika seseorang tersebut di curigai menghidap limfoma. diagnosis tersebut meliputi beberapa pemeriksaan atau tes untuk memastikan diagnosis. langkah-langkah tersebut diantaranya adalah :

  • Tes darah dan urine. dengan langkah ini, dokter akan mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh.
  • X-ray, CT, dan PET scan. pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat penyebaran limfoma, juga untuk menentukan stadium serta tingkat perkembangan limfoma yang anda derita.
  • Biopsi. Yaitu untuk mengambil sampel kelenjar getah bening yang membengkak serta sumsum belakang.

Stadium penyakit limfoma

Biasanya dokter akan menentukan stadium limfoma pasien setelah di adakannya diagnosis dan beberapa pemerikasaan. berikut adalah penjelasan singakat mengenai stadium limfoma.

  • Stadium 1 → kanker menyerang salaha ssssatu kelompok noda limfa.
  • Stadium 2 → kanker menyerang dua kelompok noda limfa yang menyebar ke satu organ di sekitar noda limfa, itu pun terbatas pada tubuh bagian atas atau tubuh bagian bawah saja.
  • Stadium 3 → kanker menyebar ke kelompok noda limfa bagian atas dan bawah diafragma.
  • Stadium 4 → kanker sudah menyebar melalui sistem limfatik dan masuk ke organ atau sum sum belakang.

Langkah pengobatan penyakit limfoma

Pengobatan limfoma bagi tiap pengidap berbeda-beda,ada yang bisa di sembuhkan dengan cepat, ada yang memerlukan proses pengobatan seumur hidup ada pula yang  limfoma yang mengancam nyawa jika tidak di tangani sesegera mungkin. itu semua tergantung dengan kondisi kesehatan, jenis dan stadium limfoma anda.

Tidak semua penderita limfoma membutuhklan penanganan medis segera, diantaranya jika jenis kanker yang lambat berkembang. bahkan salah satu limfoma non-hodgkin stadium dini dengan ukuran kecil yang dapat di atasi dengan cara pengangkatan sehingga pasien tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Namun, jika limfoma anda memerlukan pengobatan lebih lanjut, maka langkah pertama untuk menanganinya adalah dengan cara kemoterapi, yang dapat di berikan melalui infus atau obat yang di minum. Itu juga tergantung pada stadium kanker yang anda derita. Terapi tersebut terkadang di kombinasikan dengan :

  • Radio Terapi
  • Obat-obatan steroid
  • Terapi biologis, seperti obat rituximab. Obat tersebut akan menempelkan diri pada sel kanker lalu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang dan membunuhnya.
  • Transpalasi sumsum tulang, langkah tersebut di perlukan bagi penderita limfoma yang mengalami kerusakan sumsum tulang akibat kemotrpi dosis tinggi.

Di samping ada manfaatnya, ada juga efek yang di sebabkan dari pengobatan tersebut diantaranya Kelelahan, diare, mual dan muntah. Bahkan yang lebih parahnya lagi bisa terjangkit kanker yang lainnya. Resiko terjangkitnya penyakit yang lainnya juga ada kemungkinan meningkat, seperti ginjal, diabetes, penyakit jantung, serta katarak.

Terimakasih telah menyimak artikel kami di sela waktu kesibukan anda. Semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat, dan selamat berjumpa kembali pada artikel berikutnya.

Posted by: thebesthealthcaretemplate.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*